Pria kelahiran 10 Mei 1995 memiliki motivasi besar dalam memberikan kestabilan kembali pada lingkungan. Lahir dan besar di kota yang identik dengan banjir, agraris dan industri membuat Diky banyak mempertanyakan mengapa dampak-dampak itu bisa terjadi di daerahnya. Bergabungnya Diky dengan KOPHI pada 2014 menjadi harapan besar baginya untuk berkonstribusi dalam memberikan keseimbangan sekaligus kelestarian bagi lingkungan sekitar.

Melalui Divisi Media dan Komunikasi (Medkom), Diky berkeinginan untuk menyuarakan kampanye-kampanye serta berita baik agar masyarakat, khususnya pemuda dapat terpacu untuk menggalang aksi nyata. Saat ini, pria yang mengenyam studi Antropologi Sosial di Universitas Indonesia ini berperan sebagai Kepala Divisi Medkom. Selain sebagai media kampanye, Medkom diarahkan untuk memberikan citra baik dan aktif organisasi kepada publik sebagai pengewajantahan aksi nyata penyelamatan lingkungan. Menjalin relasi dengan berbagai pihak seperti NGO, sektor privat, dan institusi pemerintahan menjadi salah satu langkah yang dibangunnya. Karena Diky percaya, semakin besar dukungan dan kerjasama, proses dan hasil menjadi lebih baik.

Salah satu kebanggaan tersendiri bagi Diky adalah dapat menjali relasi dengan pihak-pihak lain. Melalui aktivitas itu, Diky merasa banyak mendapatkan tantangan untuk berada di orang-orang yang memiliki latar belakang berbeda, namun dituntut untuk menggagas suatu visi terbaik. Sedikit pesan dari pria yang sedang menggeluti isu-isu berkaitan perubahan iklim, ekologi, dan sumberdaya alam ini, “Bangun jembatan-jembatan penghubung, bukan sekedar membuat tinggi menara gading masing-masing”.