Jakarta — Sampah masih menjadi permasalahan yang tak kunjung terurai. Sampah plastik misalnya, butuh waktu puluhan tahun agar dapat terurai. Produksi yang tinggi tiap waktunya dengan tidak diimbangi oleh kecepatan penguraian, sampah menjadi tidak terkendali.

Mensiasati permasalah diatas, KOPHI menggelar edukasi mengenai sampah dengan tajuk “Pungut, Pilah, Olah”. Dengan sasaran utama anak-anak, acara yang ditujukan untuk memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2017 tersebut diselenggarakan di PAUD Mutiara RW 02, Keluarahan Karet, Jakarta Selatan.

Kawasan pemukiman yang diapit oleh pusat perniagaan Jakarta ini masih menyisakan banyak sampah-sampah di sekitar lingkungannya. Beberapanya menumpuk di saluran air yang berpotensi menyebabkan banjir.

Siti Asiyah, Kepala PAUD Mutiara mengungkapkan bahwa lingkungan Karet terlihat bersih karena ‘getolnya’ petugas sampah memungut sampah. Guru yang akrab di sapa Aas ini menuturkan bahwa kesadaran warga untuk bertanggungjawab mengelola sampah di lingkungannya masih cenderung kurang.

“Kita bersyukur kedatangan Kakak-kakak dari KOPHI yang akan ajak kita bersih-bersih di sini, semoga adik-adik disini jadi lebih terbiasa juga”, imbuhnya.

Selain memungut sampah disepanjang jalur yang dilalui, peserta diarahkan untuk memilah sampah berdasarkan jenisnya. Dengan penuh semangat, anak-anak yang rata-rata berusia 5 tahun ini bahkan nekad memungut sampah hingga ke saluran air.

Seusai berkeliling pemukiman, tim KOPHI dan para murid PAUD mengambil botol plastik bekas untuk diambil tutupnya. Dengan berbahan dasar tutup botol plastik, tercipta gantungan kunci hasil kreatifitas murid PAUD Mutiara RW 02.

Acara yang digelar pada Minggu (26/2) pagi ini adalah salah satu rangkaian aksi kolaborasi gerakan Indonesia Bebas Sampah 2020 yang diselenggarakan oleh komunitas-komunitas peduli permasalahan sampah. Kegiatan yang bertujuan memberikan kesadaran peduli sampah ini didukung penuh oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

 

 

 

Penulis: Raden Diky Dermawan