Category: kategori
KOPHI Yogyakarta Meraih Titel Komunitas Hijau Terinspiratif

Adalah sebuah kebanggan bagi KOPHI Yogyakarta mengawali perjalanan di awal Mei 2016. Pasalnya KOPHI Yogyakarta berhasil menyabet penghargaan sebagai Komunitas Hijau Terinspiratif dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Penghargaan tersebut diserahkan secara simbolis kepada Gilang Ariya Pratama selaku Ketua KOPHI Yogyakarta pada gelaran Awarding Night di Taman Budaya Yogyakarta (6/5).

Himpunan Mahasiswa Teknik Perencanaan dan Wilayah Kota UGM selaku inisator gelaran Festival Kota Gadjah Mada (Festagama) 2016 memberikan apresiasi kepada KOPHI karena melihat konstribusi dalam upaya membangun dan melestarikan lingkungan di Yogyakarta. Dengan tajuk “Dare To Be Green“, Festagama 2016 bertujuan untuk membangun dan membudayakan masyarakat agar tercipta tata ruang pembangunan yang berkelanjutan di Yogyakarta. Festagama sendiri telah bergulir sejak tahun 2012 dan telah memberikan dampalk positif dalam perencanaan kota di Yogyakarta.

Titel sebagai Komunitas Hijau Terinspiratif adalah penghargaan bergengsi di kota pendidikan ini. Hal demikian pun diakui oleh Gilang Ariya yang menyebut bahwa sebenarnya ada komunitas-komunitas lain dengan segudang konstribusi besar bagi masyarakat. “Penghargaan ini adalah cambuk bagi kami agar berbuat lebih buat masyarakat. Semoga kedepannya kami bisa menginspirasi anak-anak muda di Yogyakarta dengan aksi nyata dan berkelanjutan”, tutur Gilang dalam pesan elektronik kepada seluruh punggawa KOPHI se-Nasional.

***

Penulis: Raden Diky Dermawan

 


Ada Cafe Hijau di Plant For Life 2016

Secara paralel dalam memperingati Hari Bumi, KOPHI berpartisipasi dalam kegiatan Plant For Life 2016. Plant For Life merupakan kegiatan yang digagas oleh Young On Top Campus Ambassador divisi Green sebagai bentuk edukasi lingkungan kepada masyarakat. Kegiatan tersebut diselenggarakan di FX Sudirman, 23 April 2016 petang dan disambut secara meriah oleh para pengunjung salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Jakarta tersebut.

Sejatinya, menumbuhkan kesadaran mengenai urgensi pelestarian lingkungan perlu dilakukan secara komprehensif, khususnya menyangkut Hari Bumi sebagai momentum pentingnya. Dalam kesempatan ini, Plant For Life diarahkan sebagai sebuah market place mengenai urban farming. Kegiatan ini terdiri atas lokakarya cara berkebun, pembagian bibit tanaman, dan demo masak tanaman hasil panen.

Mengusung penunansaan konsep green cafe, KOPHI menjajakan segenap konstribusinya serta mengajak pengunjung untuk berdiskusi dalam meja yang disediakan. Antusiasme pengujung terlihat ketika beberapa menu ditawarkan oleh KOPHI. “Wah, ternyata kegiatan di KOPHI seru juga ya bisa ke masyarakat gitu. Seneng deh”, tutur salah satu pengunjung dengan panggilan Rani.

Plant For Life 2016 diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk berpatisipasi dalam memanfaatkan lahan-lah disekitarnya untuk dioptimalkan lebih lanjut. Menggerakan semangat menanam tanaman di pekarangan kawasan tempat tinggal ialah salah satu cara terbaik. Dengan demikian, masyarakat dapat mewujudkan kota yang hijau, bersih, sehat, dan nyaman secara kolosal.

***

Penulis: Raden Diky Dermawan

 


Memperingati Hari Bumi, Pemuda Tanam 1000 Mangrove di Elang Laut

Berkolaborasi dengan Dinas Kelautan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan DKI Jakarta, Pemuda Pramuka, dan Fuji Xerox, KOPHI menyelenggarakan gerakan penanaman pohon mangrove pada Sabtu (23/4) di kawasan Konservasi Hutan Mangrove Elang Laut, Jakarta. Kegiatan dengan tajuk “1000 Mangrove untuk Menyelamatkan Bumi” ini dilaksanakan sebagai bentuk nyata untuk memperingati Hari Bumi yang jatuh setiap 22 April.

Hutan mangrove merupakan salah satu sumber daya alam daerah pantai yang mempunyai fungsi produksi, perlindungan dan pelestarian alam. Hutan mangrove berperan sebagai suatu ekosistem hutan yang sangat unik, yaitu sebagai penyambung (interface) antara ekosistem daratan dengan ekosistem lautan serta mencegah terjadinya abrasi pantai.

Kepala Dinas Kelautan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan DKI Jakarta, Jaja Suarja kawasan Elang Laut ialah kawasan mangrove yang tersisa di Jakarta dengan luas 327 hektar memanjang di Jalan Tol Sudyatmo. Kawasan ini dipertahankan kedudukannya oleh Pemerintah sebagai kawasan hijau. “Kami berharap kalian tidak hanya sekedar menanam pohon, tapi juga merawat mangrove untuk kelestarian bumi kita”, pesan Jaja kepada para peserta yang hadir.

Kegiatan penanaman pohon turut dihadiri oleh aktivis lingkungan, pengamat ekosistem, mahasiswa, petani mangrove, dan stakeholder lainnya. Kegiatan penanaman berlangsung secara santai dan ramai sejalan dengan bentuk edukasi kepada masyarakat terhadap pentingnya mangrove untuk keseimbangan alam.

***

Penulis: Ishak Firdaus


Meluncurkan Hutan Itu Indonesia

Hutan Itu Indonesia, sebuah gerakan kolaborasi dari berbagai elemen masyarakat untuk memberikan edukasi dan pesan-pesan positif untuk pelestarian hutan di Indonesia, diluncurkan secara resmi pada Jumat (22/4) lalu di f(X) Sudirman, Jakarta. Peluncuran turut dimeriahkan oleh Astrid, Float, The Weekend Rockstars, dan Melanie Subono dengan diselingi kegiatan musik, pembacaan puisi, kuis berhadiah, hingga talkshow. Gerakan Hutan Itu Indonesia juga didukung secara penuh oleh Indonesia Communications, Indonesia Nature Films Society, dan Koalisi Pemuda Hijau Indonesia.

Sebagai gerakan bersama, Hutan Itu Indonesia terbuka bagi semua pihak untuk bergabung. Hutan Itu Indonesia menyadari bahwa kolaborasi merupakan kunci penting untuk meningkatkan kesadaran bahwa hutan berperan signifikan dalam kehidupan masyarakat. “Bagi yang memiliki visi serupa, kami sangat terbuka untuk berkolaborasi. Kami berharap kehadiran gerakan ini dapat memancing inisiatif masyarakat untuk memiliki kebangaan terhadap hutannya”, ujar Leony sebagai salah satu tim utama Hutan Itu Indonesia.

Peluncuran ditutup dengan hiburan dari artis-artis ibukota. Menyelingi hiburan yang memeriahkan seantero pusat perbelanjaan, Astrid berpesan kepada pengunjung untuk mulai melakukan pelestarian hutan dimulai dari hal terkecil, seperti menanam pohon dipekarangan rumah. Selain itu, masih akan terus berlangsung kompetisi melalui media sosial Instagram sebagai bentuk publikasi masif.

***

Penulis: Raden Diky Dermawan


Menggugat Kebakaran Hutan secara Santai

Alih-alih meminimalisir kebakaran hutan beberapa waktu kebelakang belum tercapai pada titik yang sempurna. Faktor dan penyebab utama perlu dikawal bersama agar kebakaran hutan tidak lagi menjadi de javu bagi masyarakat, khususnya bagi yang terkena dampak besar.

KOPHI sebagai komunitas pemuda yang bergerak dalam bidang pelestarian lingkungan merasa patut untuk turut serta dalam upaya pencegahan kebakaran hutan di kemudian hari. Meskipun isu klasik ini perlahan gugur dari permukaan akibat peralihan musim, kiranya perlu untuk kembali mewacanakan isu agar setiap elemen masyarakat mempersiapkan diri sebaik mungkin. Oleh sebab itu, KOPHI menyelenggarakan diskusi santai dengan tema “Kebakaran Hutan dan Lahan Gambut”.

Diskusi dengan tajuk KOPHI Santai tersebut diselenggarakan pada Minggu (2/4) di Nutrifood Inspiring Center, Matraman, Jakarta. Peserta yang hadir tidak hanya terdiri dari pemuda yang concern dalam bidang lingkungan, melainkan berbaur dengan mereka yang paham dalam bidang ilmu politik, sosiologi, antropologi, hukum, kesehatan masyarakat, dan sastra. Perbedaan disiplin ilmu tersebut berbaur sehingga diskusi mencair secara menarik.

Berbagai gagasan penting diutarakan oleh masing-masing pemuda yang hadir. Ruang diskusi terbuka bagi mereka yang memiliki pandangan menarik seputar isu kebakaran hutan ini. Aditya, mahasiswa Ilmu Politik UI misalnya mengutarakan bahwa pentingnya melihat isu kebakaran hutan ini dalam kacamata politik lokal. “Bahwa sebenarnya banyak kepentingan tertentu sehingga hutan harus dibakar untuk mendapatkan sumberdaya”, tambah Aditya.

Hal senada disampaikan pula oleh Rindu, alumni Ilmu Hukum Universitas Pancasila yang berargumentasi bahwa ada kecenderungan pelanggaran regulasi oleh pihak swasta dan pemerintah. Rindu menambahkan, “Misalnya di Kalimantan pejabat daerah disana secara mudah memberikan izin kepada perusahaan untuk menebang atau membakar hutan, padahal itu bertentangan dengan regulasi yang dibuatnya sendiri”.

Diskusi ini ditutup pada sebuah kesimpulan bahwa perlu mendorong Pemerintah dan masyarakat untuk berperan aktif dalam pencegahan kebakaran hutan, khususnya pada lahan gambut. Kemudian, perlu adanya pembenahan sistem pengelolaan sumberdaya hutan di Indonesia agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

 

***

Penulis: Raden Diky Dermawan


Edukasi Sanitasi dalam Bingkai Hari Kehutanan Sedunia

Bertepatan dengan Hari Kehutanan Sedunia yang jatuh pada Minggu, 20 Maret 2016, KOPHI menggelar kegiatan edukasi dengan tajuk KOPHI Panas (Peduli Anak dengan Edukasi dan Sanitasi). Kegiatan tersebut diselenggarakan di Rusunawa Cibesut, Jakarta Timur. Kegiatan berbasis community service tersebut dihadiri oleh puluhan anak-anak dan orang tua penghuni rusun yang berlokasi tidak jauh dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang, Jakarta.

Antusiasme anak-anak mulai terlihat ketika tim KOPHI datang ke lokasi sejak pagi. Dimulai dengan introduksi mengenai pentingnya menjaga kesehatan diri serta diselingi oleh permainan, anak-anak secara seksama memperhatikan materi yang disajikan. Lalu, dilanjutkan dengan praktik menggunting kuku, gosok gigi, dan mencuci tangan yang dibantu oleh mentor-mentor dari tim KOPHI. “Sekarang kuku aku udah nggak item lagi. Gigi aku juga udah bersih nih sekarang”, tutur Imam sembari menunjukan jari dan giginya yang sudah dibersihkan.

Selain edukasi tentang kesehatan diri, melalui kegiatan ini KOPHI memaparkan materi serta praktik pembuatan tanaman vertikultur. Mengingat Rusunawa Cibesut minim lahan terbuka, maka tanaman vertikultur ialah metode penanaman yang tepat untuk diterapkan. Pada praktiknya, anak-anak dipersilahkan membuat tanaman vertikultur dengan menggunakan botol air mineral bekas, lalu dibentuk dan dihias sesuai dengan kreativitas masing-masing. Setelah itu, dimasukan tanaman-tanaman disertai pupuk dan diakhiri dengan penyiraman secara berkala.

Muhammad Akbar selaku Koordinator kegiatan menuturkan bahwa kegiatan KOPHI Panas hadir untuk menumbuhkan gaya hidup sehat dan cinta lingkungan bagi anak-anak, dimulai dari hal-hal kecil dan dekat dengan mereka. Pasca kegiatan hari ini, KOPHI akan terus memantau anak-anak dan masyarakat agar tercipta keberlanjutan yang nyata. “Setelah hari ini, kita akan kembali datang ke sini (Rusunawa Cibesut) untuk memantau perkembangannya. Mungkin akan disesuaikan dengan waktu-waktu tertentu seperti buka puasa bersama dan lainnya”, tambah Akbar. (RDD)

 

393924393927

393929

393936


KOPHI Menjalin Kerjasama dengan Higo Fitur Indonesia

Ketua Umum KOPHI, Oke Fifi Abriany didampingi oleh Kepala Divisi Media dan Komunikasi, Raden Diky Dermawan melakukan lawatan ke kantor PT. Higo Fitur Indonesia pada Jumat (18/3) petang di bilangan Jakarta Barat. Pertemuan tersebut dilangsungkan untuk melakukan kerjasama dalam hal penguatan media digital. PT. Higo Fitur Indonesia adalah perusahaan penyedia layanan majalah dan artikel berbasis digital di Indonesia.

Kunjungan tersebut disambut secara langsung oleh CEO PT. Higo Fitur Indonesia, Glennarta Hioe. Dalam sambutannya, Glennarta menuturkan bahwa PT. Higo Fitur Indonesia tertarik dengan aktivitas yang dilakukan oleh KOPHI karena sangat mendukung green lifestyle yang diusung juga oleh perusahaannya. Oleh sebab itu, pihaknya sangat senang jika dapat mendukung dan bekerjasama dengan pihak KOPHI.

Hal senada disampaikan oleh Oke Fifi Abriany. “PT. Higo sesuai dengan visi misi yang diusung oleh KOPHI, yakni membiasakan gaya hidup hijau. Salah satunya PT. Higo mendukung penggunaan kertas dengan memanfaatkan media digital yang saat ini tengah berkembang di masyarakat , khususnya pemuda”, tutur Fifi.

Kedua belah pihak bersepakat untuk menjalin kerjasama dalam peningkatan penggunaan media digital. Dalam hal ini, PT. Higo Fitur Indonesia akan memberikan ruang bagi KOPHI untuk menyampaikan kampanye mengenai lingkungan dan meliput berbagai aktivitas KOPHI dalam pelestarian lingkungan. “Sebagai bentuk dukungan kami terhadap usaha pelestarian lingkungan, kami berikan ruang bagi teman-teman KOPHI untuk mendokumentasikan kegiatan dan kampanyenya dalam bentuk majalah atau artikel digital. Kita akan dukung usaha-usaha baik seperti itu”, tambah Glennarta. (RDD)


Gathering: Makin Kenal, Makin Sayang!

Selepas mengumumkan anggota yang lolos melalui seleksi yang ketat, KOPHI melaksanakan kegiatan Gathering sebagai bentuk penyambutan anggota baru. Gathering edisi perdana di tahun 2016 dilaksanakan pada Minggu (6/3) di Taman Menteng, Jakarta Pusat. Sekitar 50 orang yang terdiri dari anggota baru, anggota utama, dan jajaran pengurus hadir dalam kegiatan tersebut.

Tidak sekedar sebagai ajang perkenalan dan penyambutan anggota, KOPHI juga diinisiasi sebagai kegiatan edukasi internal yang dikhususkan bagi para anggota baru. Peserta Gathering dituntut untuk membuat sebuah tanaman hidroponik dengan wadah dari botol air mineral bekas. Peserta juga dapat mengkreasikan bentuk tanaman sesuai dengan minat dan favorit dari peserta yang dibentuk secara tim.

Dalam Gathering, turut hadir juga Pendiri KOPHI, Yudhitia sekaligus menyambut secara langsung anggota baru. “Saya ingat betul ketika 2010 bersusah payah membangun KOPHI, tapi sekarang saya bangga bahwa ada yang melanjutkan perjuangan KOPHI dan saya optimis kalian bisa mewujudkan visi pelestarian lingkungan lewat inspirasi pemuda Indonesia”, tutur Yudithia disela-sela sambutannya. Selepas Gathering, para anggota baru akan dipantik untuk menyelenggarakan sebuah aksi nyata sesuai dengan divisi yang diampunya selama 3 bulan kedepan. (RD)


Pengumuman Hasil Perekrutan #GabungKOPHI 2016

Setelah melewati seluruh rangkaian perekrutan #GabungKOPHI dari tahap seleksi berkas hingga wawancara, maka kami informasikan hasilnya dibawah ini. Kami ucapkan selamat kepada Sobat yang berkesempatan untuk bergabung dalam keluarga besar Koalisi Pemuda Hijau Indonesia. Semoga kehadiran Sobat dapat berkonstribusi pada terciptanya lingkungan Indonesia yang lestari.

Bagi Sobat yang belum berkesempatan bergabung, kami ucapkan terima kasih untuk segala komitmen dan konstribusi yang diberikan. Percayalah, orang-orang hebat tidak akan kehabisan tempat. Tetap semangat dan berjuang dalam mewujudkan lingkungan lestari, di waktu dan ruang konstribusi apapun.

Selanjutnya kami informasikan bagi Sobat yang lolos, kami mengundang Sobat untuk hadir dalam Gathering KOPHI yang akan dilaksanakan pada Minggu, 6 Maret 2016 pukul 09.30-15.00 di Taman Menteng, Jakarta Pusat. Informasi teknis mengenai pengumuman dan kegiatan diatas akan disampaikan secara personal.

Untuk mengetahui daftar nama, silahkan klik gambar dibawah untuk memperbesar.

cap pengumuman volun (1)

Daftar anggota terpilih pada divisi Relawan/Volunteer

 

cap pengumuman

Daftar anggota terpilih pada divisi Medkom, Litbang, dan PSDM