Sabtu, 28 Maret 2015 – Koalisi Pemuda Hijau Indonesia (KOPHI) menyelenggarakan kembali acara KOPHI PANAS (Peduli Anak dengan Edukasi dan Sanitasi) pertama di tahun 2015 yang diadakan di pemukiman kumuh di daerah Karang Pola, Pasar Minggu.

Kondisi pemukiman lokasi KOPHI Panas

Sanitasi adalah status kesehatan dari suatu wilayah lingkungan yang mencakup perumahan, pembuangan kotoran, dan penyediaan air bersih (Notoadmojo, 2003). Sanitasi juga dapat diartikan sebagai usaha untuk meningkatkan dan mempertahankan standar kondisi lingkungan yang dapat memengaruhi kesehatan manusia. Fakta lain, Indonesia merupakan negara urutan kedua dengan sanitasi terburuk pada Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional (KSAN) 2013. Berdasarkan data dari UNICEF dan WHO, buruknya sanitasi dan lingkungan berkontribusi pada 88% kematian anak-anak yang disebabkan oleh diare di dunia.

Lingkungan di Jakarta yang masih sangat memprihatinkan ditambah dengan minimnya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dan ketidaktahuan anak-anak ekonomi rendah tentang kebersihan dan bahaya bakteri menjadi urgensi KOPHI PANAS. Dengan 28 peserta yang terdiri dari anak-anak kelas ekonomi rendah berusia dari 5 tahun hingga 9 tahun, KOPHI PANAS berhasil mengedukasi mereka tentang pentingnya sanitasi dan daur ulang botol air minum kemasan plastik bekas.

Proses daur ulang botol kemasan plastik bekas menjadi tempat plastik

“Kalo kuku aku udah panjang lagi, aku mau minta mamak aku motongin biar ga kena penyakit”, tutur Umang, salah satu peserta. Kebahagiaan peserta terpancar ketika mereka bersama-sama mempraktekkan bagaimana menggunting kuku, mencuci tangan, dan menyikat gigi yang baik dan benar. Telebih, saat mereka berkesempatan untuk praktek membuat kotak pensil dari botol minum air kemasan bekas. Hasil kreasi botol bekas yang menjadi kotak pensil pun langsung dibanggakan dan dipamerkan kepada orang tua mereka.

Setelah memberikan penjelasan tentang pentingnya penting kuku, KOPHI bersama anak-anak memotong kuku bersama

Dengan mengedukasi anak-anak pinggiran tentang sanitasi dan daur ulang, KOPHI berharap mereka akan beralih ke gaya hidup yang lebih bersih dan sehat meskipun tinggal di lingkungan yang memprihatinkan. Semua berawal dari kesadaran diri masing-masing dan kebiasaan yang ditanamkan sedari dini, yang nantinya diharapkan dapat membuat generasi selanjutnya sadar terhadap pentingnya menjaga lingkungan dan melakukan sanitasi yang baik dalam keseharian mereka. Dengan adanya KOPHI PANAS ini, semoga lingkungan dan kesehatan anak-anak pinggiran semakin diperhatikan. KOPHI akan terus mengadakan acara serupa untuk menekankan pentingnya sanitasi yang mungkin masih kurang diperhatikan oleh banyak pihak dan edukasi gaya hidup hijau lainnya.

UNICEF Indonesia. 2012. “Ringkasan Kajian: Air Bersih, Sanitasi & Kebersihan”.