Membangun Narasi Isu Lingkungan di Dunia Digital

//Membangun Narasi Isu Lingkungan di Dunia Digital

Membangun Narasi Isu Lingkungan di Dunia Digital

oleh Siti Shara Dwita

Pernahkah Sobat KOPHI ingin menulis caption di instagram atau menulis di blog? Sulit sekali untuk mengeluarkan ide pikiran menjadi sebuah tulisan yang menarik dan disenangi oleh pembaca, apalagi jika menulis tentang isu-isu di sekitar kita, termasuk isu lingkungan. Banyak sobat KOPHI merasa kesulitan untuk menulis dengan ringkas, padat namun ringan sehingga banyak orang yang membaca.

Untuk menjawab kegalauan ini, Koalisi Pemuda Hijau Indonesia mengadakan workshop menulis kreatif dengan tema “Creative Writing on Environmental Issues in Digital Era” (CWEI) pada 17 November 2018 di Ruang Komunal Indonesia, Jakarta. Acara diikuti oleh 20 peserta dengan narasumber Yudhith (Founder Koalisi Pemuda Hijau Indonesia) dan Dyan Nuranindya (Dosen dan Penulis). Acara ini dibuka oleh Dwita selaku Ketua Pelaksana acara CWEI 2018 sekaligus mewakili KOPHI. Dwita berharap dengan acara ini dapat mendorong anak muda untuk menyebarkan pemahaman isu lingkungan di media sosial.

Materi pertama disampaikan oleh Yudith. Ia mengenalkan berbagai isu lingkungan di Indonesia dan mengajak peserta untuk memahami isu lingkungan dari berbagai pandangan. Yudith juga mengenalkan Sustainable Development Goals (SDGs) yang merupakan tujuan global yang dibentuk oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), termasuk salah satunya menjaga lingkungan.

Sesi selanjutnya merupakan sesi menulis kreatif dengan Kak Dyan Nuranindya. Kak Dyan mengenalkan berbagai jenis tulisan yang ada dan berbagai tips dan trik untuk menulis kreatif. Penulisan kreatif ini lebih menekankan tentang bagaimana menulis artikel yang kaya informasi namun menarik dibaca oleh masyarakat luas. Setelah sesi penulisan, para peserta diberikan waktu selama setengah jam untuk membuat tulisan mereka mengenai isu lingkungan.

Peserta dengan tulisan terbaik, mempresentasikan tulisan mereka tentang ancaman sumber daya alam yang akan habis dan bahaya penggunaan sedotan plastik. Menurut Kak Dyan tulisan kedua peserta dapat menyajikan isu lingkungan dengan bahasa yang sederhana dan menarik membahas. Harapannya peserta lain mendapatkan gambaran tulisan baik dan meningkatkan kualitas tulisan mereka yang dapat di tulis di media sosial atau blog.

Acara CWEI 2018 ditutup dengan pemberian sertifikat kepada narasumber dan foto bersama dengan seluruh peserta dan panitia. Terima kasih atas partisipasinya dan kita tunggu kamu di acara KOPHI selanjutnya!

By | 2019-03-15T23:30:48+00:00 March 15th, 2019|Berita|0 Comments

Leave A Comment