Mengenal Lebih Dekat Greta Thunberg

//Mengenal Lebih Dekat Greta Thunberg

Mengenal Lebih Dekat Greta Thunberg

Oleh Imelda Rahmadanti

Greta Thunberg dikenal dengan keberaniannya menjadi pelopor yang berkaitan dengan lingkungan dan merupakan aktivis politik Swedia yang bekerja untuk menghentikan pemanasan global dan perubahan iklim. Ia pernah berpartisipasi dalam demonstrasi Perubahan Iklim di luar Parlemen Eropa di Brussels Oktober 2018 silam. Thunberg berbicara tentang dirinya yang menyadari ketika ada perubahan iklim dan bertanya-tanya mengapa itu bukan berita utama di setiap saluran berita, seolah-olah ada perang dunia yang sedang terjadi tetapi tidak ada yang peduli. Thunberg banyak berpidato mengenai iklim diantaranya pada KTT perubahan iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 4 Desember 2018 dan juga berbicara di hadapan majelis pleno pada 12 Desember 2018, 23 Januari 2019 di World Economic Forum, dan 21 Februari 2019, di Konferensi Komite Ekonomi dan Sosial Eropa, di mana ia menuntut agar tetap memenuhi tujuan perubahan iklim, Uni Eropa harus mengurangi emisi CO2 mereka setidaknya 80%. hingga 2030.

Tidak hanya itu, aktivis kelahiran 3 Januari 2003 ini pernah melakukan aksi mogok sekolah untuk iklim pada 20 Agustus 2018. Thunberg, yang saat itu duduk di kelas sembilan, memutuskan untuk tidak bersekolah sampai pemilihan umum Swedia 2018 pada 9 September setelah gelombang panas dan kebakaran hutan di Swedia terjadi. Tuntutannya berisikan pemerintah Swedia mengurangi emisi karbon sesuai dengan persetujuan Paris, dan dia memprotes dengan duduk di luar Riksdag setiap hari selama jam sekolah dengan tanda Skolstrejk för klimatet dalam bahasa swedia yang artinya (mogok sekolah untuk iklim). Kemudian ia mendapatkan perhatian dunia, ia dianggap dapat menginspirasi siswa sekolah di seluruh dunia untuk mengambil bagian dalam perubahan iklim.

Karena keberanian dan kepeduliannya terhadap lingkungan, usaha dan jerih payah Thunberg banyak diapresiasi oleh banyak pihak. Prestasi yang pernah tercatat antara lain, Ia memenangkan kompetisi penulisan artikel debat Svenska Dagbladet tentang iklim untuk kaum muda Mei 2018. Thunberg dinominasikan sebagai penerima hadiah perusahaan listrik Telge Energi untuk anak-anak dan orang muda yang mempromosikan pembangunan berkelanjutan. Pada November 2018, ia dianugerahi beasiswa Fryshuset dari Model Peran Muda tahun ini. Kemudian pada Desember 2018, majalah Time menyebut Thunberg sebagai salah satu dari 25 remaja paling berpengaruh di dunia tahun 2018.

Berbicara tentang Greta Thunberg mengingatkan kita pada 15 Maret 2019 lalu, dimana para siswa dari Nelson College di Selandia Baru menampilkan tarian Haka yang mana tarian ini dilakukan sebagai bentuk aksi protes mereka pada perubahan iklim yang besar-besaran. Para aktivis iklim muda berharap agar ada pembahasan lebih lanjut mengenai perubahan iklim. Menurut laporan panel antar pemerintah dari PBB tentang perubahan iklim Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), para pemimpin dunia hanya memiliki 11 tahun lagi untuk menghindari tingkat pemanasan global yang melaju begitu cepat. IPCC menambahkan pemanasan global yang berkepanjangan akan menempatkan bumi pada peristiwa seperti kekeringan yang ekstrim, kebakaran hutan, banjir, dan kekurangan pangan.

Dilansir dari web Youth Climate Strike para siswa menginginkan diantaranya: Mengakhiri proyek infrastruktur bahan bakar fosil, deklarasi darurat nasional tentang perubahan iklim, pendidikan wajib tentang perubahan iklim dan dampaknya, menambah pasokan air bersih, dan pelestarian tanah publik dan margasatwa. Semangat Thrunberg dan seluruh pelajar di dunia untuk lingkungan yang lebih baik agar dapat menular ke kita untuk menjaga lingkungan sebelum kerusakan lebih parah dan kita terlambat untuk memperbaikinya.

 

AL/IR
Gambar: www.youtube.com

By | 2019-03-27T05:04:30+00:00 March 27th, 2019|Artikel Lestari|0 Comments

Leave A Comment